Rabu, 18 September 2013

Surah asy-Syu'ara


Surah asy-Syu'ara: 214 وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِين
"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat"( QS. 26: 214)".

Alquran Surat Asy-syu’ara:214 berisi perintah menjadikan keluarga terlebih dahulu dalam arti sebagai objek pendidikan yang utama. Baru kemudian kerabat jauh dan akhirnya seluruh manusia. Selain itu Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak, oleh karena itu peranan keluarga(orang tua) dalam pengembangan kesadaran beragama anak sangatlah dominan.  ayat As-syuaraa’ ayat 214 وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِين “Dan berilah peringatkan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”(Q.S As-syuaraa’ ayat 214).
Di sini jelas, perintah menjadikan keluarga terdekat terlebih dahulu dalam arti sebagai objek pendidikan yang utama. Baru kemudian kerabat jauh dan akhirnya seluruh manusia.
Ayat 215: dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu orang-orang yang beriman.
Dalam ayat 215,allah menyuruh rasulullah untuk bersikap lemah lembut kepada orang-orang mu’min.
Ayat 216: jika mereka mendurhakaimu Maka Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan";
Dalam ayat 216,kalau mereka tidak mau menerima peringatan dan menolak ajakan nabi,maka allah menyatakan hal itu bukan merupakan tanggung jawab nabi.

SURAH AL HIJR 94-96

surah al hijr (94) : فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.(QS. 15:94)

Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw agar menyiarkan agama Islam dengan terang terangan, tidak lagi dengan sembunyi sembunyi, tantanglah orang-orang musyrik itu, janganlah engkau memperdulikan mereka apa yang mereka katakan, jangan takut lagi kepada mereka yang menghalangi dalam menyiarkan agama Allah.
Sebagian ahli tafsir menafsirkan: "Berpalinglah dari orang-orang musyrik" dan janganlah acuhkan segala macam tindak tanduk orang orang musyrik, yang telah mendustakan, memperolok-olokan dan menentang kamu, janganlah tindakan mereka itu menghalangimu menyiarkan agama Allah, karena Allah memelihara dari gangguan mereka".
Sebagian ahli tafsir menafsirkan dengan: agar kaum Muslimin menghindari berpihak dengan kaum musyrikin dalam menyiarkan agama, karena itu berpalinglah dahulu, kemudian ayat ini dinasakh (dinyatakan tidak berlaku lagi hukumnya) oleh ayat-ayat yang memerintahkan agar kaum Muslimin memerangi orang kafir.  Jika diperhatikan hubungan ayat ini dengan ayat yang sebelumnya dan sejarah penyiaran agama Islam di masa Nabi, maka pendapat pertama yang mendekati kebenaran.

surah al hijr (95)  إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ
Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),(QS. 15:95)

Ayat ini memberi jaminan kepada Nabi Muhammad bahwa Allah SWT memeliharanya dari tindakan-tindakan orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok dan menyakitinya dan memelihara Alquran dari usaha-usaha orang-orang yang ingin mengotorinya.
Menurut suatu riwayat bahwa orang-orang musyrik Mekah yang sangat memperolok-olok Alquran ialah Al Walid bin Mugirah, Al As bin Wa'il, Al`Adi bin Qais, Aswad bin Abdu Yagus, dan Aswad bin Muttalib, semua mereka terkenal dalam sejarah, sebab kematiannya, karena tindakan mereka itu sendiri.
Menurut suatu riwayat diterangkan bahwa suatu ketika Nabi saw di hadapan orang-orang kafir Mekah, mereka saling mengedipkan mata tanpa setahu Nabi Muhammad saw, dan berkata sesamanya dengan maksud mengejek Nabi: Inilah orang yang mendakwakan dirinya Nabi". Pada waktu itu Jibril as menyertai Nabi, lalu Jibril menusuk punggung orang-orang yang memperolok-olokkan itu dengan jarinya, sehingga menimbulkan bekas dan menimbulkan tukak dan borok yang busuk baunya, tiada seorangpun yang mendekati mereka karena baunya itu. Maka turunlah ayat ini yang menegaskan bahwa Nabi saw dilindungi Allah SWT dari gangguan orang-orang kafir itu.
Allah mengetahui bahwa Nabi saw sesak dan sempit dadanya karena olok-olokan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir itu. Untuk mengobati hati yang sakit dan dada yang sempit itu ialah dengan bertasbih, menyucikan Allah dari segala sesuatu yang menyerikatkannya, salat, rukuk, dan sujud, banyak melakukan ibadat berbuat baik, mengekang hawa nafsu. Hal ini hendaklah dilakukan kaum Muslimin sampai akhir hidupnya.

Surah Al Hijr  (96)    الَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
(yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).(QS. 15:96)

(Yaitu orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah) kalimat ayat ini berkedudukan menjadi sifat. Akan tetapi menurut suatu pendapat dianggap sebagai mubtada, oleh karena mengandung makna syarat, maka khabarnya dimasuki huruf fa, yaitu (maka mereka kelak akan mengetahui) akibat-akibat perbuatannya itu







Tidak ada komentar:

Posting Komentar