Surah
asy-Syu'ara: 214 وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِين
"Dan berilah peringatan kepada
kerabat-kerabatmu yang terdekat"( QS. 26: 214)".
Alquran Surat Asy-syu’ara:214 berisi
perintah menjadikan keluarga terlebih dahulu dalam arti sebagai objek
pendidikan yang utama. Baru kemudian kerabat jauh dan akhirnya seluruh manusia.
Selain itu Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi
anak, oleh karena itu peranan keluarga(orang tua) dalam pengembangan kesadaran
beragama anak sangatlah dominan. ayat
As-syuaraa’ ayat 214 وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِين “Dan berilah
peringatkan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”(Q.S As-syuaraa’ ayat 214).
Di sini jelas, perintah menjadikan keluarga terdekat terlebih dahulu dalam arti sebagai objek pendidikan yang utama. Baru kemudian kerabat jauh dan akhirnya seluruh manusia.
Di sini jelas, perintah menjadikan keluarga terdekat terlebih dahulu dalam arti sebagai objek pendidikan yang utama. Baru kemudian kerabat jauh dan akhirnya seluruh manusia.
Ayat 215: dan
rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu orang-orang
yang beriman.
Dalam ayat 215,allah menyuruh rasulullah untuk
bersikap lemah lembut kepada orang-orang mu’min.
Ayat 216: jika
mereka mendurhakaimu Maka Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung
jawab terhadap apa yang kamu kerjakan";
Dalam ayat 216,kalau mereka tidak mau menerima
peringatan dan menolak ajakan nabi,maka allah menyatakan hal itu bukan
merupakan tanggung jawab nabi.
SURAH
AL HIJR 94-96
surah al hijr (94)
: فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ
عَنِ الْمُشْرِكِينَ
Maka
sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan
(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.(QS. 15:94)
Ayat ini memerintahkan
Nabi Muhammad saw agar menyiarkan agama Islam dengan terang terangan, tidak
lagi dengan sembunyi sembunyi, tantanglah orang-orang musyrik itu, janganlah
engkau memperdulikan mereka apa yang mereka katakan, jangan takut lagi kepada
mereka yang menghalangi dalam menyiarkan agama Allah.
Sebagian ahli tafsir
menafsirkan: "Berpalinglah dari orang-orang musyrik" dan janganlah
acuhkan segala macam tindak tanduk orang orang musyrik, yang telah mendustakan,
memperolok-olokan dan menentang kamu, janganlah tindakan mereka itu
menghalangimu menyiarkan agama Allah, karena Allah memelihara dari gangguan
mereka".
Sebagian ahli tafsir
menafsirkan dengan: agar kaum Muslimin menghindari berpihak dengan kaum musyrikin
dalam menyiarkan agama, karena itu berpalinglah dahulu, kemudian ayat ini
dinasakh (dinyatakan tidak berlaku lagi hukumnya) oleh ayat-ayat yang
memerintahkan agar kaum Muslimin memerangi orang kafir. Jika diperhatikan hubungan ayat ini dengan
ayat yang sebelumnya dan sejarah penyiaran agama Islam di masa Nabi, maka
pendapat pertama yang mendekati kebenaran.
surah al hijr (95) إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ
Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan)
orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),(QS.
15:95)
Ayat ini memberi
jaminan kepada Nabi Muhammad bahwa Allah SWT memeliharanya dari
tindakan-tindakan orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok dan
menyakitinya dan memelihara Alquran dari usaha-usaha orang-orang yang ingin
mengotorinya.
Menurut suatu riwayat
bahwa orang-orang musyrik Mekah yang sangat memperolok-olok Alquran ialah Al
Walid bin Mugirah, Al As bin Wa'il, Al`Adi bin Qais, Aswad bin Abdu Yagus, dan
Aswad bin Muttalib, semua mereka terkenal dalam sejarah, sebab kematiannya,
karena tindakan mereka itu sendiri.
Menurut suatu riwayat
diterangkan bahwa suatu ketika Nabi saw di hadapan orang-orang kafir Mekah,
mereka saling mengedipkan mata tanpa setahu Nabi Muhammad saw, dan berkata
sesamanya dengan maksud mengejek Nabi: Inilah orang yang mendakwakan dirinya
Nabi". Pada waktu itu Jibril as menyertai Nabi, lalu Jibril menusuk
punggung orang-orang yang memperolok-olokkan itu dengan jarinya, sehingga
menimbulkan bekas dan menimbulkan tukak dan borok yang busuk baunya, tiada
seorangpun yang mendekati mereka karena baunya itu. Maka turunlah ayat ini yang
menegaskan bahwa Nabi saw dilindungi Allah SWT dari gangguan orang-orang kafir
itu.
Allah mengetahui bahwa
Nabi saw sesak dan sempit dadanya karena olok-olokan dan tindakan-tindakan
orang-orang kafir itu. Untuk mengobati hati yang sakit dan dada yang sempit itu
ialah dengan bertasbih, menyucikan Allah dari segala sesuatu yang
menyerikatkannya, salat, rukuk, dan sujud, banyak melakukan ibadat berbuat baik,
mengekang hawa nafsu. Hal ini hendaklah dilakukan kaum Muslimin sampai akhir
hidupnya.
Surah Al Hijr (96)
الَّذِينَ
يَجْعَلُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
(yaitu)
orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka
mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).(QS. 15:96)
(Yaitu
orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah) kalimat
ayat ini berkedudukan menjadi sifat. Akan tetapi menurut suatu pendapat
dianggap sebagai mubtada, oleh karena mengandung makna syarat, maka khabarnya
dimasuki huruf fa, yaitu (maka mereka kelak akan mengetahui) akibat-akibat
perbuatannya itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar